TOKOH PENDIDIKAN ISLAM
Materi ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
ilmu pendidikan
Disusun oleh :
Nama NPM
Fatma
Anindaya 15.0401.0051
PROGAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
2015/2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan
merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan (terutama islam)
dengan berbagai coraknya, berorientasi memberikan bekal kepada manusia untuk
mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, semestinya pendidikan
islam selalu diperbaharui konsepnya dalam rangka merespon perkembangan zaman
yang selalu dinamis agar peserta didik dalam pendidikan islam tidak hanya
berorientasi pada kebahagiaan hidup di dunia juga bisa diraih.yang amat
mendesak
Dalam
kenyataannya, dikalangan dunia islam telah muncul berbagai isu mengenai krisis
pendidikan dan problem lain yang amat mendesak untuk dipecahkan. Inilah yang
menuntut agar selalu dilakukan pembaharuan (modernisasi) dalam hal pendidikan
dan segala hal yang terkait dengan kehidupan umat islam. Menyikapi persoalan diatas telah banyak
melahirkan sejumlah tokoh dari berbagai pelosok dunia islam seperti : Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, Abu ‘Ali Al-Husyn Abdullah, Imam AlGhazali,
Ibnu Khaldun dan Hasan Langgulung.
B. Tokoh Pendidikan Islam di Indonesia
1. Hasyim Asy’ari (1871-1947)
Menurut Zuhairi
(2013 : 202-203)
Hasyim Asy’ari dilahirkan pada tanggal
14 Februari tahun 1981 M, di Jombang Jawa Timur, mula-mula ia belajar agama
islam pada ayahnya. Kemudian ia belajar di Pondok Pesantren Purbalinggo,
kemudian pindah diplangitan, semarang, Madura dan lain-lain. Saat ia belajar di
Siwalan Panji Sidoarjo pada 1891. Kyai Ya’kub mengajarnya dan tertarik dengan
tingkah lakunya yang baik dan sopan santunnya yang halus. Sehingga ingin
mengambilnya sebagai menantu dan akhirnya dinikahkan dengan putrinya yang
bernama Khadijah (1892). Tak lama kemudian mereka pergi ke Mekkah untuk
menunaikan ibadah haji dan bermukim selama satu tahun, sedang istrinya
meninggal di Mekkah.
Pada kunjungan kedua ke Mekkah ia
bermukim selama delapan tahun untuk menuntut ilmu agama islam dan bahasa arab.
Setelah kepulanganya dari Mekkah ia membuka Pesantren untuk mengamalkan dan
mengembangkan ilmunya. Dengan nama Pesantren Tebuireng di Jombang pada 26
Rabi’ul Awal tahun 1899 M. Pembaharuan Tebuireng yang pertama adalah dengan
mendirikan Madrasah Salafiyah pada 1919 M. Pada tahun 1929 Hasyim Asy’ari
menunjuk KH Ilyas menjadi kepala Madrasah Salafiyah. Dengan demikian KH Ilyas
dapat melaksanakan hasratnya untuk memperbaharui keadaan dalam Pesantren
Tebuireng menurut cita-cita pendirinya KH Hasyim Asy’ari.
Dibawah pimpinan KH. Ilyas
dimasukkan pengetahuan umum ke dalam Madrasah Salfiyah yaitu :
1.
Membaca dan
menulis huruf latin.
2.
Mempelajari
bahasa Indonesia.
3.
Mempelajari ilmu
bumi dan sejarah Indonesia.
4.
Mempalajari ilmu
berhitung.
Semua
ini diajarkan dengan memakai buku-buku huruf latin. Sejak saat itu mulailah
surat-surat kabar. Masuk kedalam pesantren mulai dikenal dan dibaca oleh Kyai
dan para pelajar. Begitu pula majalah dan buku-buku yang berisi pengetahuan
umum yang tertulis dengan huruf Latin dalam Bahasa Indonesia. Pada zaman
kemajuan sekarang Tebuireng tidak mau ketinggalan. Disamping pengajian secara
lama di Pesantren Tebuireng terdapat Madrasah Modern, sekolah agama yang
teratur menurut cara modern sekarang. Madrasah itu memilikai gedung-gedung yang
indah, berkelas, bermeja, berbangku dan berpapan tulis. Disana ada Madrasah
bagian rendah, bagian menengah, bagian atas dan bagian tertinggi. Dan
murud-muridnya berasal dari seluruh pelosok Indonesia. Bahasa pengantar dipakai
Bahasa Indonesia dan untuk beberapa pengajian tertentu dipakai Bahasa Arab.
Bahasa asing lainnya juga diajarkan dimadrasah ini bersama pengetahuan umum
lainnya.
2. KH. Ahmad Dahlan (1869-1923)
Menurut Zuhairini (2013:199)
Ahmad Dahlan dilahirkan di Yogyakarta
pada tahun 1869 M dengan nama kecilnya Muhammad Darwis, purta dari KH. Abu
Bakar Bin Kyai Sulaiman, khatib di Masjid besar. Muhammad Darwis adalah putra
ke empat dari tujuh bersaudarayang lima diantaranya perempuan kecuali adik
bungsunya. Setelah beliau menamatkan pendidikan dasarnya disuatu Madrasah dalam
bidang Nahwu, Fiqih, dan Tafsir di Yogyakarta, beliau pergi ke Mekkah pada 1890
dan beliau menuntut ilmu disana selama satu tahun. Sekitar tahun 1903 beliau
mengunjungi kembali ke Mekkah dan kemudian menetap selama dua tahun. Sepulang
dari Mekkah tak lama kemudian menikah dengan Siti Walidah putri Kyai Penghulu
Haji Fadhil. Semenjak ayahnya wafat, ia menggantikan kedudukan ayah dan
diangkat oleh Sri Sultan menjadi khatib masjid besar Kauman Yogyakarta.
Semenjak ia naik haji yang kedua
kalinay (1903) ia mendapat sambutan Kyai dari masyarakatnya. Semenjak iti ia
terkenal dengan nama Kyai Haji Ahmad Dahlan. Ia adalah seorang alim yang luas
ilmunya dan tiada jemu-jemu ia selalu menambah ilmu dan pengetahuannya.
Cita-cita KH Ahmad Dhlan sebagai seorang ulama’ adalah tegas ialah hendak
memperbaiki masyarakat Indonesia berlandaskan citc-cita agama islam.
Usaha-usahanya ditujukan hidup
beragama. Keyakinan beliau adalah bahwa untuk membangun masyarakat bangsa
haruslah terlebih dahulu dibangun semangat bangsa. Muhammadiyah menekankan
usahanya kepada usahanya kepada perbaikan hidup beragama dengan amal-amal pendidikan
dan social. Saat beliau sakit menjelang wafat beliau beristirahat di Tosari.
Dalam peristirahatan itu beliau tetap bekerja keras, hingga istri beliau
memperingati berkali-kali untuk istirahat, namun beliau menjawab “ Saya
mesti bekerja keras untuk meletakkan batu pertama dari amal yang besar ini”
kalau saya hentikan karena sakitku tidak ada nanti yang sanggup meletakkan
dasar itu. Dan tak lama kemudian KH Ahmad Dahlan pulang ke rahmatullah pada
tahun 1923 M pada tanggal 23 Februari dalam usia 55 tahun dengan meninggalkan
sebuah organisasi islam yang cukup besar dan disegani karena ketegarannya.
3. Abu ‘Ali Al-Husyn Abdullah
Nama lengkapnya adalah Abu ‘Ali
Al-Husyn Abdullah sebagian ada yang mengatakan bahwa namanya di ambil dari
bahasa latin dan ada yang beranggapan bahwa namanya berasal dari bahasa arab.
Abu ‘Ali Al-Husyn Abdullah sering dipanggil Ibnu Sina dan dalam sejarahnya ia
dikenal sebagai intelektual muslim yang banyak mendapat gelar. Ia lahir pada
tahun 370 H bertepatan pada tahun 980 M di Afshana, suatu daerah yang dekat
Bukhara, dikawasan Asia Tengah. Ayahnya bernana Abdullah dari Belkh, suatu kota
termasyhur dikalangan orang-orang Yunanai. Ibnu Sina berasal dari Afshana yang
termasuk wilayah Afganistan. Namun, ada yang menyebut ia sebagai kebangsaan
Persia, karena abad ke-10 M, wilayah Afganistani termasuk daerah Persia. Ia
sebagai ilmuan yang terkenal dan didukung oleh tempat kelahirannya sebagai kota
kebudayaan, dan orang tuanya yang terkenal sebagai pejabat tinggi dan juga
karena kecerdasan yang luar biasa.
Sejarah mencatat, bahwa Ibnu Sina
melalui pendidikannya pada usia lima tahun di kota kelahirannya Bukhara.
Pengetahuan yang pertama ia pelajari ialah membaca Al-Qur’an. Setelah itu ia
melanjutkan dengan mempelajari ilmu-ilmu agama islam seperti tafsir, fiqih,
uahuludddin dan laian-lain. Dengan ketekunan dan kecerdasannya ia berhasil
menghafal Al-Qur’an dan menguasai berbagai cabang ilmu keislaman pada usia yang
belum genap sepuluh tahun. Ibnu Sina banyak kaitannya dengan pendidikan, barang
kali menyangkut pemikirannya tentang falsafat ilmu. Menurut Ibnu Sina terbagi
menjadi 2 yaitu : ilmu yang kekel dan ilmu yang tak kekal. Ilmu yang kekal dari
peranannya sebagai alat tapat dibagi menjadi ilmu yang praktis dan ilmu yang
teoristis. Ibnu Sina juga belajar berbagai pendidikan dengan gurunya seperti
matematika (Mahmud al-Massah), ahli fiqih (Abi Muhammad Ismail Husyaini), ahli
manthiq dan falsafah (Abi Abdillah an-Natili), dan secara otodidiak Ibnu Sina
belajar ilmu kedokteran secara mendalam hingga menjadi seornag diokter yang
termasyhur pada zamannya. Hal ini didukung oalh kesungguhan melakukan
penelitian dan praktek pengobatan. Para penerjemah menduga Ibnu Sina belajar
ilmu kedokteran dari ‘Ali Abi Sahal al-Masity dan Anbi Mnsyur al-Hasan Ibn Nuh
al-Qomary. Dan karya Ibnu Sina dalam didang kedokteran antara lain Al-Qanun fi
Al-Thibb. Dalam bidang falsafah As-Syifa dan An-Najab. Dalam bidang fisika Fi
Asam al-‘alum al-‘aqliyah. Di bidang logika Al-isaquji dan dibidang bahasa Arab
Lisan Al-‘Arab.
4. Imam AlGhazali
Imam AlGhazali nama lengkapnya adalah
Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i lahir tahun
450 H bersamaan dengan 1058 M di Bandat Thus propinsi Khurasan, Persia (Iran),
dan wafat pada tahun 1111 di Thus. Ia adalah seorang filosof dan teolog muslim
Persia yang dikenal sebagai Algazel didunia Barat abad pertengahan. Beliau
berasal dari keluarga miskain.
Tetapai ayahnya mempunyai cita-cita
yang tinggi yaitu iangin anaknya menjadi ornag yang alim dan sholeh.
Al-Ghazali memulai pendidikannya
diwilayah kelahirannya, dengan mempelajari dasar-dasar pengetahuan. Selanjutnya
ia perfi ke Nisyafur untuk berguru kepada Imam al-Haramain Abi AL-Ma’ali
al-Juwainy seornag yang bermazhab Syafi’I yanag pada saat itu menjadi guru
besar di Nasyafur. Diantara mata pelajaran yang telah ia pelajarai adalah ilmu
teologi, hokum islam, falsafat, logika, sufisme, dan ilmu-ilmu alam. Ilmu iamg
dipelajari inilah yang kemudian mempengaruhi sikap dan pandanagn ilmiahnya
dikemudian hari hal ini terlihat antaranya dari karya tulisannya yang dibuat
dalam berbagai bidang dalam ilmu
pengetahuan diantaranya Ghayah Al Maram Fi Ilm Kalam, Ihya’ Ulum Al Din,
Al-Musytasyfa’, Maqasidal Falasifah dan Thafut Al- Falasifah. Gelar yang
disandang Al-Ghazali yaitu Hujjatul Islam, Syaikh Al Sufiyyin dan Imam Al
Murabin. Imam Al-Ghazali meninggal pada 4 Jumadil Akhir tahu 505 H bersamaan
dengan 1111 M di Thus dan jenazah dikebumikan di tempat kelahirannya.
5. Ibnu Khaldun
Ibnu Khaldun adalah keluarga dari
polotisi, intelektual dan aristocarat yang lahir pada 7 Mei 1332 di Tunisi.
Oleh ayahnya diberi nama Abdur Rahman Abu Zayd ibn Muhammad Ibn Khaldun. Ia
mendapat pendidikan langsung dari ayahnya, sejak kecil ia mempelajari tajwid,
menghafal Al-Qur’an dan fasih dalam qira’at al-sab’ah, disamping dengan ayahnya
ia juga mempelajari tafsir, hadits fiqih, gramatika bahasa arab, ilmu mantiq
dan falsafat dengan sejumlah ulama’ Andalusia dan Tusinia. Pendidikan formalnya
dilaluinya sampai pada usia 17 tahun, dalam usia yang masih relative muda ini
ia telah mampu menguasai beberapa disiplin ilmu klasik, termasuk ‘ulum ‘aqliyah
(ilmu-ilmu filsafat, tasawuf dan menafsirkan). Disamping itu Ibnu Khaldun juga
tertarik untuk mempelajari ilmu politik, sejarah, ekonomi geografi dan
lain-lain.
Sebenarnya Ibnu Khaldun sudah memulai
karirnya dalam bidang tulis menulis semenjak masa mudanya. Saat ia masih
menuntut ilmu pengetahuan dan kemudian dilanjutkan ketika ia aktif dalam dunia politik dan
pemerintahan. Adapun hasil karya-karyanya yang terkenal diantaranya yaitu :
Kitab muqaddimah buku pertama dari kitab al-‘ibar yang terdiri dari bagian
pengantar. Buku pengantar yang panjanag inilah yang merupakan inti dari seluruh
persoalan dan yang mengangkat namanya Ibnu Khaldun begitu harum.
6. Hasan Langgulung
Hasan Langgulung lahir pada tanggal 16
Oktober 1934 di Rappang Sulawesi Selatan. Setelah menyelesaikan pendidikan
sekolah menengah ia melanjutkan pendidikan ke Bahasa Inggris di Ujung Pandang
dan mendapat gelar M.A. dalam bidang
psikologi dan mental Hygiene di Ein University Kiro pada tahun 1967. Sebagai
puncak studinya ia berhasil menyelesaikan program Doktor pada University of
Georgia Amerika Serikat pada tahun 1971, dengan judul Disertasi A. Cross
Cultural Study of The Child Coneption of Situational Causality in India,
Westem, Samao, Mexico and The United States. Ia adalah salah seorang
pemikir Muslim Asia Tenggara yang banyak mencurahkan perhatiannya pada
Islamisasi Ilmu Pengetahuan, terutama pada bidang pendidikan dan psikologi dan
beliau berupaya memadukan pemikiran-pemikiran barat modern dengan pemikiran
Islam.
BAB II
PENUTUP
Demikianlah
tugas ini saya persembahkan. Harapan saya gengan adanya tulisan ini bias
menjadikan kita untuk lebih menyadari bahwa agama islam memiliki khazanah
keilmuan yang sangat dalam untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam untuk
mengembangkan potensi yang ada di alam dan merupakan langkah awal untuk membuka
cakrawala keilmuan kita. Serta dengan harapan dapat bermanfaat dan bias
difahami oleh pembaca. Apabila ada kekurangan dalam penyusunan tugas ini saya
mohon maaf yang sebesarnya.